Wednesday, January 21, 2015

Charlie and me

Hay teman-teman pembaca yang budiman dan budiwoman,

Apa kabar nich? Semoga teman - teman pembaca sekalian selalu dalam keadaan sehat badan dan akal, juga berbahagia.

Terkait peristiwa Charlie Hebdo di Paris awal Januari ini, kemarin saya dihubungi seorang wartawati dari BBC Indonesia untuk diwawancara.

Liputan wawancaranya dapat disimak pada tautan ini

Nganu, untuk muka saya yang begitulah adanya, mohon teman - teman maklum ya, kebetulan saat ini memang pilihan karir saya bukanlah di dunia hiburan, jadi ya barangkali agak kurang menjual. Untunglah suami saya di sebelah kece dan otentik begitu, jadilah liputan tersebut menjadi semakin manis dan renyah (ehe ehe ehe)

Ada beberapa poin wawancara yang tidak diunggah ke dalam liputan, dan kini saya hendak membaginya ke teman-teman sekalian, siapa tahu kita bisa saling bersilaturahmi pemikiran ;-)

Berikut wawancara lengkapnya, semoga teman - teman berkenan ya!




Jawaban dari pertanyaan mbak C saya paparkan sesuai poin pertanyaan ya.

Iya, betul kemarin saya dan suami ikut aksi damai "Marche Républicaine" di Paris, hari Sabtu tanggal 11/01/15.

1. Apa alasan yang membuat kamu ikut turun ke jalan waktu itu?

Karena saya muslim, dan saya mengecam aksi terorisme yang menggunakan topeng agama Islam, sederhana saja : saya marah ketika ada segelintir orang menggunakan alasan kemuliaan Allah dan nabi Muhammad untuk membunuh. Bukan itu inti ajaran Islam yang kita pahami. Saya juga turun ke jalan sebagai aksi melawan islamofobia, supaya kejadian ini tidak digunakan oleh kalangan yang pada dasarnya sudah rasis untuk semakin menunjukkan kebenciannya pada komunitas muslim.

2. Bisa digambarkan suasananya? 

Suasana aksi damai sangat ramai, jalanan yang biasanya kosong menjadi lautan manusia. Kemudian kesan yang saya dapat juga aksi tersebut terasa sangat aman dan kondusif, dan semua perwakilan komunitas ada di sana, kaum kanan, kaum kiri, semua perwakilan agama juga ikut turun. Banyak pesan kedamaian dan solidaritas, rata - rata orang membuat atributnya sendiri, itu yang membuat saya terharu, banyak orang yang menghimbau satu dan yang lain agar tidak menempelkan stigma negatif kepada komunitas muslim. Rata - rata orang yang berpendidikan paham bahwa yang namanya terorisme itu murni berisi kebencian dan tidak patut diasosiasikan dengan agama apapun.

3. Beberapa hari setelah serangan terhadap Charlie dan aksi damai itu, redaksi Charlie menerbitkan kartun Nabi Muhammad. Bagaimana tanggapan Laras?

dan 

4. Di Indonesia, banyak sekali kecaman terhadap Charlie, banyak yang mengatakan: setelah umat muslim ramai-ramai ikut mengecam serangan, kok Charlie kemudian sengaja "menyakiti" hati umat muslim dengan kartun Nabi. Bagaimana pandangan Laras?


Tanggapan saya, ya biasa - biasa saja, menurut saya yang dimuat di edisi baru Charlie Hebdo hanya interpretasi atas simbol Islam secara "ringan dan sekenanya" dari segelintir kaum yang bukan muslim, menurut saya pribadi ini tidak perlu saya asimilasikan dengan kepercayaan saya sebagai muslim kepada Nabi Muhammad SAW, dan seharusnya kaum muslim tidak perlu merasa tersakiti, yang semacam ini tak perlu dirasa mengancam akan "mencoreng keimanan" seorang, sesuai kata pepatah : Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu :-D

Apalagi, isi kartun "nabi" di situ digambarkan bahwa sang "nabi" mendukung solidaritas dan kebebasan berpendapat, dengan ikut memajang tulisan "je suis charlie". Ditambah pesan tertulis besar dari koran tersebut bahwa "tout est pardonné" atau "semua sudah dimaafkan", yang secara garis besar menggambarkan kedamaian.  

Beberapa hari setelah kejadian penembakan Charlie Hebdo, saya dan suami mendengarkan rekaman wawancara nostalgia dengan Jean Cabut atau "Cabu" (salah satu korban), mengenai bagaimana tanggapan beliau mengenai umat muslim yang marah atas karikatur yang beliau buat. Kemudian beliau menjawab : "dari yang saya paham, larangan menggambarkan Mahomet hanya berlaku di kalangan muslim, kebetulan saya tidak merasa muslim, dan artinya saya berhak menggambarkan beliau sesuai dengan interpretasi saya". 

Di wawancara itu dijelaskan bahwa yang digambarkan adalah imajinasi Cabu atas sosok "nabi"  oleh kaum Islam garis keras yang menggunakan agama untuk menindas. Bagi Cabu, para penindas tersebut tidak mungkin membayangkan "nabi" sebagai sosok yang lembut dan penyayang saat membakar sekolah dan menindas anak - anak & perempuan. 

Di sisi lain, saya pun paham atas kemarahan umat muslim atas penggambaran ini; apalagi muslim Indonesia yang adalah mayoritas, dan secara umum memiliki kultur yang menjunjung tinggi kesopanan dan hubungan baik antar sesama. 

Meski demikian, bagi saya seharusnya kemarahan ini tidak perlu dibiarkan berlarut - larut, lebih baik ditanggapi dengan tegas secara tertulis, atau melalui pernyataan resmi institusional. Kemudian balaslah 'ejekan' ini dengan prestasi, pembangunan negara, penerapan keadilan sosial bagi seluruh kalangan dan partisipasi positif di komunitas internasional, supaya dunia tahu bahwa Indonesia adalah negara yang jauh dari titik panas Timur Tengah, yang didominasi muslim dan menawarkan kesejukan bagi semua umat.

Bagi saya, kejadian ini menjadi masukan penting bagi kaum muslim untuk segera merombak "Intelektualitas Muslim", khususnya para pemudanya yang sedang semangat menjadi 'aktifis media sosial' :-D
Kita boleh meyakini bahwa ajaran agama ini yang paling benar, tapi kaum Muslim sedunia teramat beragam dan mungkin tidak menerapkannya dengan cara yang sama. Kemajemukan dalam umat muslim harus ditelaah dan dipelajari dengan baik, pastikan dalam tiap penerapannya yang dihembuskan adalah napas kedamaian, dan perbaikan ini harus dilakukan terus-menerus :-) 

Bagi saya, "Islamic Bashing" dan penggunaan topeng Islam dalam terorisme/penindasan adalah dua hal yang berbeda. Kaum muslim harus jeli dan bijak menanggapi kedua permasalahan ini, dan tentu harus bisa menentukan prioritas, mana yang bersifat darurat untuk ditangani lebih dulu demi kebaikan umat manusia.

Friday, April 25, 2014

Resureksi


Katanya, setiap manusia mesti meninggalkan jejak. Oleh karena itu, daripada saya hanya meninggalkan jejak remah roti, ciki dan citato di depan tv, baiknya saya aktif lagi menuliskan ide - ide yang bergentayangan.

Riap gempita, rajah siluet, desis aroma dan badai indra, bangkiiittlaaaaaah!

DOENG!

(suara gong resureksi virtual)

selamat menikmati, pembaca - pembaca yang budiman dan budiwoman <3>

Wednesday, April 23, 2014

Bude Kartini Tersayang

Préambule :

Teman - teman yang baik,

berikut tulisan saya tentang bu Kartini yang dimuat di blog multiply yang saat ini sudah ditutup. Mohon maaf atas gaya berbahasa yang.. eugh begitulah kiranya -_- maklum yang menulis ini adalah saya tahun 2007, versi lebih muda, lebih gragas, lebih kurus, belum beruban, penuh vitalitas dan hobi olahraga (tapi boong).

Semoga bermanfaat dan salam olahraga kebatinan.

____________________________________________________________________

Bude Kartini Tersayang

Waktu hari Kartini taun lalu, saya sempet jadi pembicara kecil – kecilan buat ngobrol2 di lingkar peduli perempuan dulu, jadi deh ngulik biografi Kartini, hihihi. Tampaknya masih akan selalu cocok untuk dibicarakan di hari Kartini taun – taun depannya lagi termasuk taun ini. Saya keknya gak akan nampilin tulisan yang waktu itu lah ya, selain bahasanya terlalu flowery dan gak bengkak bengkok kek saya biasanya, lagian mendingan ngasih tau fakta – fakta Kartini ajalah. Buat yang suka baca tulisan saya di blog ini, mungkin udah tau gaya nulis saya yang gak jelas dan suka loncat2 kesana kemari kek jenglot (ada yg inget jenglot gak? Hiiiiiiih serem bgt tau itu.. cem barbie tapi mumi).

FYI, ini nulisnya sambil rada emosi lho, probably mostly because I’m getting my period, tapi mungkin juga karena saya gemessss banget sama orang – orang tv ngerayain hari Kartini dengan cupu, rese bgt lah pokoknya. (sama aja sama saya ding, kalo waktu itu gak ngulik buku Kartini mungkin saya masih berhahahihiria tentang beliau, hehehehehe)

1.       Sifat & Pembawaan
Ternyata Kartini (21 April 1879 – 17 September 1904) itu orang yang sama sekali nggak klemer klemer, pembawaannya bahkan sangat teramat berbeda dari perempuan Jawa jaman itu kebanyakan yang alon – alon asal klakon. Kartini si gadis Jawa yang nggak Jawa bangetlah: bersuara lantang, suka teriak – teriak, kalo ketawa cekakakan, kalimat – kalimat yang meluncur dari mulutnya itu cerdas, tajam, witty dan tentunya dengan penyampaian yang arif bin enakeun. Bayangin aja, waktu sekolah dia dinamain “kuda kore” karena suka jingkrak – jingkrak dan sangat aktif.
Heran makanya gw, org2 kok pada ngenang dia dengan dandan cantik2 ayu kelemer lemah lembut pake kebaya, karena itu gak matching sama semangat Kartini, matchingnya ama budaya jawa. Gak nyambung tau ngenang dia pake kebaya, sumpah deh, gak itu banget lho brur yang harus diapresiasi, tapi lebih ke cara mikirnya dia gimana, karya apa aja yang pernah dia keluarin, bukan dia dari suku mana ato sehari – hari pake baju apa! HIH, heran banget gueeeeeee. GOD, lagian emangnya kita anak SD apaan sih, sebel. Apalagi liat mbak2 infotainment hotshot, silet, dll pada pake kebaya semua hari ini, bikin kesel. Hehehe. Naon deui nya, hak orang – orang lah mau pake kebaya kek mau pake rok mini kek mau pake seragam persib kek yang penting niatnya baik tookh: berhepi-hepi dengan semangat festive yang ceria mau nginget2 pahlawan yang udah berjasa gede, gitu aja kok keki ras.. cep cep cep. Huhuhuhu. 

2.       Ukiran Jepara
Kartini itu orang yang punya peran penting dalam mengembangkan ukiran Jepara, gak disangka – sangka kan, beliau orang penting yang bikin kesenian Jepara maju dan jadi laku sampe ke eropa. Jarang ada yang tau juga kalo beliau bikin buku “Handschrift Japara” yang ternyata pernah jadi buku pegangan untuk standar kesenian batik buat kolektor Belanda. Keren gak sih, kesel bacanya (lho). ß pengirian. 

3.       Jurnalis Perempuan
Kartini pernah bikin tulisan tentang upacara perkawinan suku Koja di umur 16 tahun, judulnya Het huwelijk bij de Kodjas dan dimuat sebagai Bijdrage TLV waktu umurnya 19 tahun, setelah itu dia juga mempublish tulisannya2 yang lain di majalah De Echo trus juga koran De Locomotief dengan nama pena Tiga Serangkai, banyak orang jadinya punya pendapat kalo Kartini itu wartawati Indonesia pertama yang dikenal secara internasional. Tiga serangkai itu sebenernya melambangkan dia sama dua adiknya lho: Rukmini dan Kardinah, krn saking sayangnya. Gak banyak juga yang tau pas Kartini umur 13 taun, Sulastri kakak perempuan Kartini yg tertua nikah. Dengan menyandang jabatan anak perempuan tertua di rumah, si Kartini menerapkan cara didik buat adik2nya pake prinsip Liberté, Egalité, Fraternité, hehe cara didik yang saya terapin buat si guri ama bonti apa ya? Gak usah ngomongin cara didik.. Boro2 ndidik! Keknya saya ke adek2 tu pure 100% bullying. Hehehehe.

4.       Nulis surat ke Ratu Wilhelmina
Saking pengennya nglanjutin sekolah ke Belanda, beliau sampe – sampe ngirim surat secara pribadi ke Ratu Belanda, untuk ngebantuin dia secara pribadi dan ngebiayain sekolahnya. Well gak ada cerita – cerita sih kalo suratnya di follow up ato engga sama sang Ratu. Cuma dari yang saya baca sih sebenernya doski diterima lho untuk sekolah di Belanda, katanya sahabat2nya udah jejingkrakan kek apaan tau pas ada berita doski bakal dibantu. Cuma eh cuma, trus ndilalah si Raden Ajeng ngundurin diri lho. Karena idealisme yang dia punya kalah sama rasa sayangnya sama keluarganya, dia lebih milih untuk nurut keluarganya untuk stay dan nikah aja. Hih waktu baca itu saya gemes kali pun! Tapi buset, kalo saya juga sih meureun gak bakal mungkin at the first place sampek kepikiran buat jadi sekontroversial beliau di jaman itu, hehehehe.
Yang lucu lagi, beasiswa buat dia itu trus akhirnya diopernya buat seorang pemuda simpatik (ciee simpatik nih ye, simpatik dari telkomsel) yang dia belom pernah ketemu, katanya anak Sumatera dari Riau itu sangat pintar tapi keuangan keluarganya tidak memungkinkan dia untuk melanjutkan sekolah sebagai dokter di Holland. Daaaaan pemuda simpatik itu tiada lain tiada bukan adalah Agus Salim, wow, it’s a small world after all. Untung si Agus Salim bageur jadi ajah gak sia2 limpahan beasiswanya ya.

5.       Kesadaran Poligami
Kartini itu anak yang deket bgt sama ayahnya, walopun dia anak garwa ampil (istri turunan non-ningrat), bukan anak garwa padmi (istri turunan ningrat) tp ayahnya gak ngebeda2in anak, semuanya disayang mw anak laki atopun anak perempuan. Cuma waktu umur 9 taun kalo gak salah dia ngobrol2 ttg cita – cita sama temen sekolahnya, seorang anak Belanda namanya Letsy.
Letsy: Kau, akan jadi apa kelak?
Kartini keknya aga tertampar ditanya cem gini soalnya dia blm kepikiran mw jadi apa, buset bocah umur 9 taun udah mikirin hal2 filosofis gt. Akhirnya dia nanya kan ke bokapnya:
Kartini: Ayah, akan jadi apa aku kelak?
Pak Sosro: akan jadi raden ayu, nduk.
Kartini: Horeee akan jadi raden ayu!
Trus dia kesenengan mau jadi raden ayu, dasar bocah, tapi trus dia bertanya2 lagi: jadi raden ayu emang apaan kerjanya.
Jawaban dari pertanyaan itu baru dia jawab waktu akhirnya dia masuk pingitan, dan dia jadi tau gimana nasib perempuan jawa, yang bahkan keturunan ningrat pun akan end up di rumah, nurut manut dan sah – sah aja dimadu. Dan dia jadi sadar fakta bahwa poligami itu jahat ke perempuan, dan ternyata ayahnya yang sangat dikagumin dan disayang itu juga pelaku poligami, kaga beda jauh ama kiwil ato ahmad dhani, cuma yg bapaknya Kartini bukan artis, tp bupati jadinya mendingan, lebih intelek dikitlah. Dia sempet marah dan kecewa banget sama keadaan, yah khasnya darah muda lah, cuma keknya kalo Kartini yang diprotes sm dia sesuatu yg penting aja, beda ama anak muda jaman saya dulu, hehe.
Dia sempet sesumbar ke sahabat – sahabatnya kalo dia gak bakalan nikah lho, trus mau sekolah sampe kirim2 surat ke Ratu segala dan blablablabla. Eh tapi ternyata dia jadinya nikah sama bupati rembang, jadi garwa padminya lagi, which means berarti dia jadi bagian dari sistem poligami itu sendiri. Ya emang sih biar bisa bikin sekolah yang ternama krn doski ngasih syarat mas kawinnya itu, tapi kan teuteup berlawanan pisan sama awalnya.

Haaaaaah, almarhumah Ibu kita Kartini ternyata memang orang biasa seperti kita, yang bisa plin plan juga, yang bisa sangat hebaaat tapi selanjutnya bisa menjadi supercupu tapi tetep oke juga ding karena alesan dia menjadi supercupu itu juga sebenernya gak cupu2 amat (bingung gak sih sm statement saya, ehe). Lantas akhirnya keputusan – keputusan berlawanan yang akhirnya dia ambil di masa – masa terakhir hidupnya pun menjadi termaafkan. Karena buat saya justru itu yang membuat beliau terlihat sangat manusiawi, nggak ngawang semua2nya hebring dan bagus seperti tokoh wayang ato superhero apaan gitu. Setidaknya bisa bikin mikir bahwa orang2 model kek saya, kek anda, kek pemuda pemudi gaul hobi ajojing superoke jaman sekarang ini, bisa jugalaah bikin hal – hal superhebat paling ngga barang dua tiga bijian di hidup yang pendek ini, heheheheh. Amiiin.

Selamat hari Kartini semuanya, mari jadi orang hebat!

(sumber celoteh saya; (1) Kartini: To Be or Not To Be, 2007, Laras A. Pitayu, Diskusi Lingkar Peduli Perempuan, ITB. (2) Kartini: Sebuah Biografi, 2001, Sitisoemandari Soeroto, Penerbit Djambatan,)

Friday, March 12, 2010

si odob dan si otoy


Hay saubats, keluarga dan koléha yang tersebar di seluruh penjuru dunia, tadi siang pada makan apa?

(ehe ehe ng saya paham agak terlalu cepat untuk menanyakan menu makan siang jika baru saja memulai menyapa, tapi tak apalah toh kita ini kan kenal sudah lama, euh.)

Pada saat saya memulai menuliskan ini, keadaan intrinsik yang terjadi di sekitar saya adalah :
(1) Waktu menunjukkan pukul 5 sore
(2) Saya baru kelar kuliah imunologi yang mengharukan
(3) Saya baru mendapatkan surat dari perfektur yang menjelaskan bahwa tak lama lagi saya akan mendapatkan ijin tinggal (mari bersorak hore- "HORE")
(4) Matahari bersinar dengan derasnya dan burung berkicau lantang sehingga rumput - rumput mulai berbunga (apa hubungannya antara kicau burung dan rumput berbunga? yah entahlah karena yang maha tahu adalah Allah, ehe ehe)

Adapun perihal yang hendak saya lontarkan pada sore hari yang berbahagia ini adalah mengenai bentuk kesadaran yang saya dapatkan tak berapa lama kemarin. Bentuk kesadaran baru acap kali menjadi topik utama dari esai - esai alakadar yang saya bikin, mungkin karena jika dalam bentuk tidak sadar boro - boro kita bisa bikin esai (saya juga bingung kenapa saya seringkali mengkait2kan hal yang tidak nyambung semacam ini, tapi sudahlah ya, terimakasih atas pengertiannya)

Nah kembali ke topik tulisan, bentuk kesadaran yang saya terima adalah penting ternyata bagi kita untukkkkk terus menjadi bodoh dan sotoy ("kita" disini maksudnya adalah ya saya sendiri ding, karena saya jujur saja tak paham dan tak berhak mendefinisikan kebutuhan individual yang saling berbeza eheu eheu malu ah). Kaitannya terutama adalah pada dunia riset dan penemuan yang -duh betapa inginnya- saya dalami.


Menjadi bodoh itu penting, kata Martin Schwartz seorang peneliti di departemen mikrobiologi Virginia University (rupanya kita sepakat). Tapi bodoh bukan sembarang bodoh, bodoh yang dia maksud adalah bodoh produktif.

Yakni ketika ketidaktahuan yang merasuk adalah jadi terbakar oleh semangat untuk mengubahnya jadi ketahuan (ih ke-tahu-an jadi goreng, kaya lagu band matta). Terutama karena dalam dunia keilmuan, laju penemuan baru selalu cepat dan segala tahapan yang kita baru ketahui membikin jadi penasaran akan tahapan selanjutnya (ya tak jauh bedalah dengan kalo nonton sinetron, cuma ini mungkin agak lebih mendidik aja gitu ehe ehe)

Kenaikan laju penemuan memang berarti adalah peningkatan informasi baru. Tapi bagai kucing dan ekornya (ciaelah), informasi baru hampir selalu dibarengi dengan munculnya pertanyaan2 baru. Pertanyaan2 baru ini belum tentu selalu ada jawabannya, menjadikan kita terpojok dan meraung: oh kenapa dan kemana harus kucari.

Ada poin yang menarik yang dia bilang, bahwa adakalanya peneliti merasa gerah otak, karena utamanya ia menjadi peneliti ato ikutan jadi doktor karena she/he was good at it and so had a big interest on it. Tantangannya adalah bagaimana bila ia tidak lagi sepintar itu, dalam artian kali ini ia tak menemukan jawabannya, karena jawaban tidak lagi berupa hapalan dalam buku. Baiknya tentu interest harus tetap ada, semangat harus tetap terbakar. Dengan begitu cintamu kepada ilmu pengetahuan tak menjadi cinta monyet belaka yang bilamana sudah tau borok2nya engkau pun pergi meninggalkan dirinya (musik melankolis mengiringi).

Dan jikalau jawaban sudah ditemukan, carilah pertanyaan baru dan menguliklah disana hingga siklus terulang kembali. Teruuuuuuuuus saja bagai lebah pekerja yang sibuuuuuk dan eeh tahu2 madu sudah banyak sehingga adik Fulan yang terkena Progeria Disease pun bisa pergi ke disneyland pada usia 17 tahun sebelum ia mulai tahun universitasnya :)

Tapi tentu saja, ngomong memang gampang, euh terutama saya pribadi adalah orang yang suka mandeg dan ngambeg juga suka menye - menye. Bref, dunia tak sempurna bagai di cerita - cerita Disney tapi juga tidak semenyedihkan tragedi - tragedi Yunani. Selalu mesti ada alasan untuk bangkit dan maju lagi, tapi boleh pula kita berhenti untuk meredefinisi tujuan2 atau sekedar ambil rehat agar pikiran menjadi segar ehe ehe.

Kesadaran kedua, rupanya tak hanya harus terus menjadi bodoh, ah kita ini rupanya mesti selalu sotoy.

Ehe ehe, begitu tersadar saya kok jadi senang. Karena sudah menjadi rahasia umumlah kalo saya sering disorak sotoy oleh saubat2 saya, dan bagai tidak trauma, saya pun tiada kapoknya bersotoy2 ehe ehe. Tapi mungkin sotoy saya yang biasa tidak terlalu saintifik sifatnya euh.

Sotoy itu ternyata penting pula. Kenapa? karena kita mesti selalu membuat hipotesa. Ketika ada hasil dari sebuah eksperimen, kita harus membuat daftar sepanjang mungkin dengan imajinasi super liar untuk menjelaskan mengapa itu bisa terjadi. Dan seperti yang kita ketahui bersama, lain dunia teknik dan logika, life science adalah ilmu yang pasti - pasti enggak, ehehehe. Dibilang pasti ya memang pasti, tapi tiap kasus adalah delikat dan spesifik, dan penyebab kepastian itu belum semua diketahui.

Disinilah kita dituntut untuk menjadi sotoy. Sotoy rupanya adalah pembebasan terhadap pendapat dan imajinasi, Tapi tentu kesotoyan - kesotoyan tersebut harus disembarikan dengan memaparkan alasan2 yang bonafide. Jadi untuk dapat menyotoy dengan mantap, amunisi kita mesti kuat bung, pengetahuan dasar mesti sudah yakin (pas nulis ini saya mules, menyadari bahwa saya belum :|) Jika ternyata salah bagaimana? Tiada mengapa kawan, karena semakin panjang daftar kesotoyan kita, kumpulan kesotoyan itu insya Allah akan terseleksi dan menghubungkan hasil satu ke hasil lainnya sehingga dapat memberikan sebuah keterkaitan yang mengharukan. dan terutama, yang menyelamatkan.

Hehehe, dengan batasan definisi di atas, ijinkanlah dan doakanlah saya wahai saubats, keluarga dan koléha di seluruh penjuru dunia, untuk menjadikan diri selalu bodoh dan sotoy. Insya Allah.

Selamat menjelang akhir pekan! <3

Saturday, January 09, 2010

I'm feeling funky


I'm feeling funky. yang merupakan fenomena yang agak aneh.



ada suatu sebab, tapi sebab tersebut sifatnya pribadi, sehingga tidak dapat saya kemukakan disini, karena belom tentu saya dan anda itu kenal terlalu akrab, bukan bermaksud sombong atau bagaimana, tapi hati - hati boleh dong?

kendati pun demikian, jika ada yang ingin tahu, silahkan hubungi lewat japri. bukan japri jalur pribadi, tapi itu lhoo mas Japri asisten pribadi saya. Ahuhuhu. Euh, joke saya kok semakin lama semakin selucu bayi trenggiling.

Bon.

I'm feeling funky, saya sedang merasa fangki. Atau apa sih padanan kata funky dalam bahasa indonesia, fangki kok jadi kaya pengki. Dan pengki kan bukan kata sifat melainkan kata benda. dan bukan benda yang konotasinya bagus juga lagi. Kalo kata sifat yang mirip pengki itu ya dengki barangkali ya, tapi ah astagfirullahalazim jangan dong saya merasa dengki, ah Badu, itu kan tidak baik.

Jreng, siapa pula Badu, apa yang ia lakukan dalam cerita?

Entahlah, ini kan sedang merasa fangki, kita ikutin saja jari ini mau menari kemana, mau ikut? ayo hap letakkan kedua tanganmu di bahuku tapi dari belakang ya, seperti mau main kereta - keretaan. Jangan kita sambil berhadapan, karena bikin saya merasa jengah, nanti malu lagi dilihat orang, disangka mau chachacha goyang calypso.

Kembali lagi ke masalah Badu, jangan ia dicueki begitu saja, gak baik bersikap begitu. Ya mengenai masalah Badu, saya rasa saya belum pernah bertemu orang secara live, mengenal orang secara personal, yang namanya Badu. Ada kalanya saya berpikir kalo itu semata - mata nama yang hanya eksis di Balai Pustaka, yang lambangnya buku terbuka dan seringkali bahan sampulnya itu tidak glossy.

Jangan - jangan itu kode nama akrab dari J.S. Badudu. Nicknamenya Badu. Je Es Badu Du. Hmmm tidakkah kalian curiga. Kita ini memang terlalu banyak diintrik. Sudah waktunya kita bangkit. Lho kok jadi berbau - bau subversif ahahaha.

Glek. ini dari tadi pembicaraan macam apa si. Pepesan kosong. Debat kusir. Tong kosong nyaring bunyinya. Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Belanga? Belanga, akh alangkah asing kata belanga bagi telinga anak muda jaman sekarang.

Ah saya mungkin juga bisa membicarakan peribahasa - peribahasa indah nanti di tulisan selanjutnya. Bisa juga membahas elvira, ah saya mengangeninya sebagaimana saya mengangeni ayah ibuk bonti dan guri.

Itu rupanya inti tulisan ini, adalah saya lagi pemanasan untuk bisa cerita - cerita lagi. Tapi harus hati - hati juga, terkadang terlalu banyak cerita juga bisa bikin kita (baca=saya, ding) terjebak dalam riya, terjebak dalam perasaan puas terhadap diri sendiri yang membikin diri buta dan tidak sensitif. Engkau tentu setuju bahwa pujian itu bisa jua jadi racun.

Ini sudah waktunya diakhiri, celoteh si anak bawang yang sedang doyong di malam buta.

HAP. (melompat minggat)

o Rabb sayang, jauhkanlah aku dari puas diri yang terlalu cepat dan juga kebodohan hati serta pikiran, satu lagi Rabb sayang, lindungilah pula orang - orang yang membaca tulisan ini dari itu semua.

amin.


*kangenku setebal salju Orsay*

Wednesday, August 19, 2009

kunang kunang


lirik oleh The Panas Dalam

Jangan percaya kepada kunang - kunang,
ia bersandar kepada gelap

Jangan percaya kepada gelap,
ia bersandar kepada malam

Jangan percaya kepada malam,
ia bersandar kepada waktu

Jangan percaya kepada waktu,
ia bersandar kepada matahari

mata, hari,
mata, api,

matahari api

Jangan percaya kepada matahari,
ia bersandar kepada ruang

Jangan percaya kepada ruang,
ia bersandar kepada batas

Percayalah kepada Yang Tak Berbatas,
Ia bersandar tidak kemanapun

Ia bersandar kepada Ia
Ia ada sebelum "ada" diadakan

Ia ada mengadakan "ada"
Ia ada mengadakan "tiada"

Ia ada dan selalu ada
Ia ada dan tidak mengada - ada

Tuhan, Tuhan,
Tuhan, Tuhan,
Tuhan, Tuhan.

:)

HUHUHUHUHUHU
liriknya bagus pisan, dinyanyiinnya dengan bagus pula,
maka saya pun meminjam lirik yang indah ini untuk bilangg :

SELAMAT MEMASUKI BULAN RAMADHAN SEMUAA
dari hatiku yang terdalam kumohon maafmu lahir dan batin
untuk kesalahan - kesalahanku yang disengaja ataupun tidak

semoga kita semua diberi kemudahan untuk menjalin hubungan yang makin akrab dan mesra dengan Ia

Sunday, May 31, 2009

elvira

Salah seorang domestic helper di rumah usianya lumayan belia, anak muda kelahiran taun 90an gitu lah. Anaknya hitam kurus lumayan tinggi, kalo ngeliat orang dari sisi atas mata, sembari agak menunduk dan monyong - monyong mulutnya.

Suaranya kecil pelan cimit2 kalo ketawa ngikik dan suka jingkrak2an tanpa suara (memang aneh kelakuannya). Mukaknya panjang membulat, dengan kombinasi mata hidung dan mulut yang membuat saya, ayah, ibuk, bonti dan guri semuanya pada sepakat: ini anak mukanya kaya semut di kartun2.

Hehehe. Biar kaya semut begitu, ini anak pintar di sekolahnya, kebetulan memang dia di sini sekalian dapet kesempatan sekolah. Masih esempe, ranking satu apa ranking dua gitu, pokoknya oke. Waktu dulu nemenin jadi joki 3-in-1 dan lewat gedung sampoerna fondation, saya bilang ke dia:

L : Liat vi, ini yang punya gedung hobinya nyekolahin orang sampek ke luar negri, kamu juga mestilah bisa
E : Luar negrinya dimana, Mbak?

L : Amerika kalo yg biasanya si
E : Huuuuu jauh Mbaak (nada: tengil)

L : ... (yaiya kalo deket namanya ciledug)

Saya selalu panggil dia dengan nama lengkap yang saya berikan kepadanya sebagai tanda sayang : elvira nasutionwati setianingsih. Nama aslinya elvi setianingsih. Kemudian kerana nama tersebut saya berikan, pada akhirnya pun ayah dan ibu seringkali memanggil dia : vira, vira. ehehehehe. anaknya ya hanya pasrah tapi keknya hepi2 aja.

Walau dengan gaya sungkan dan malu2, tapi dia itu suka iseng dan rese. Saya tau sih sungkan-malu2 itu kontradiktif dengan iseng-rese, tapi ya itulah elvira. Jika orang rumah (ya tentu saja kecuali ayah dan ibu) ada yang ulang taun, dia sudah siap dengan tepung dan air, yang tujuan penggunaannya sudah barang tentu bukan untuk bikin cireng. Sudah, abis itu rumah heboh dengan pekikan.

Kemaren dia semangat belajar bahasa inggris sama Tante Mon, tanteku yang sukak maen ke rumah. Sampek minta dikasih PR segala biar bisa belajar, ahahahahaha cute banget ga si.
Tempo hari di rumah ada pelatihan guru dari sekolah ibu, kan dia bertanggungjawab menghadirkan penganan. Sama si Tante Mon disuruh coba nyajiinnya pakek basa inggrissss. Semangat dia. Latian bawa piring saji sembari komat - kamit. Pas sudah menyajikan, tanggapan orang - orang :

"wah mbak, kok kamu aneh ya"

Ahahahahahahaha pembunuhan karakter massal bin besar-besaran. Tapi elvira santai untungnya dan tidak trauma. Dia tetap pendiam tapi tengil, sekolah rajin, dan belajar basa inggris. Cita - citanya mau jadi dokter, katanya. Kita doakan ya? :)

*BONUS DIALOG*

mang bedi, mang yaya, mbak uni semua pada pulkam (pulang kampung), elvira tidur di belakang sendirian, padahal service area adalah daerah yang paling banyak menyimpan urban legend di rumah saya. Saya pun menawarkan:

L : elvira, kamu gag takut tidur sono sendirian? mo tidur sama aku gag di kamarku?
E : iya mbak takut, tapi bingung ah

L : ... bingung gimana ya udah tidur atas ama aku ajehhh
E : ah ngga ah ga enak, tapi gimana ya

L : yehhhhh mau apa enggaaag, kalo gag mau yaudah kutinggal ke atas nih
E : yaaah mbak aja yang tidur sini gimana? hihihihihihihihh *cekikikan iseng*

L : ....

heran.

Sunday, May 24, 2009

pikiran di bidang keolahragaan

EIOW!

hawdayada peeps? saya pribadi ini sebenernya sedang senang. mau tau alasannya? mudah2an mau, kerana i'm about to begin my story, gehehehehe.

Akhir - akhir ini saya bagai diserang kesadaran yang agak lumayan merasuk dengan halus dan pelan - pelan.

Bahwa ternyata olahraga itu enak!

gubrak.

Ya soalnyaaaaaaaaa ini sayalah orang yang biasanya menghindari berbagai bentuk olahraga macam apapun kecuali yang sifatnya pelan seperti yoga ato senam - senam jimnastik. Itupun kalok boleh jujur, tidak rutin sama sekali, kecuali pada tahun - tahun tertentu dimana hal tersebut menjadi trend di alam semesta saya, ehehehehe.

Nah semenjak saya jadi Homo jakartaensis (meminjam istilah Oom Sapardi), saya belajar hidup berdamai dengan olahraga, dengan memilih satu jenis olahraga yang sudah saya geluti sejak kelas enam esde tetapi karena sifat bawaan yang moody dan angot2an jadinya gak pernah turun ke lapangan, eheu eheu (ini olahraga yang melibatkan stik besi dan tee)

Kebetulan ternyata sobat saya semenjak SMA menyenanginya jugak, akibatnyapun kami menjadi sering berlatih di sasana bola pukul yang letaknya tak seberapa jauh dari rumah dan harganya murakhh.

DI sana saya menemukan asiknya ketika terengah dan ketawa ketiwi bersama sobat - sobat dekat dan kulit - kulit kami berkeringat menjadi keemasan, berkilap ditimpa cahaya sore. DIlanjutkan dengan nongkrong sore dan mengulang - ngulang joke yang sama sejak sma. Ihh amit2 asiknya!

Selain perasaan kebersamaan dan solidaritas masa muda itu, ehehe- ini sebenarnya hal yang sudah saya ketahui sejak lama- saya pun ngeh bahwa ketika olahraga saya diberi kesempatan untuk berlatih mengalahkan diri sendiri, terutama diri yang tidak demen olahraga ini.

Ini biasanya saya rasakan kalok saya tau2 berada dalam keadaan lari ato berenang mondar - mandir kayak barusan.

yang ada hanya saya,

dan ditambah pikiran - pikiran yang berseliweran, badan yang bergerak dan metabolisme yang mencepat

terutama dan lebih - lebih lagik kalok berenang, kan gag mungkin berenang pakek softlens, pakek kacamata jugak gag mungkin, sementara mata saya minusnya 5. yaudah piirak plirik tidak menjadi pilihan dan gakan bisa bertukar kode2 pandangan dengan warga kolam renang. ehehehehehehe. solituuuuuuuuut.

Sampai pada sebuah titik dimana, oh my god ternyata ini bukan tindakan - tindakan kompetisi dengan diri sendiri kok, ehehe ini cuma sekedar cara untuk senang - senang saja dan bahkan, terutama buat saya, cara untuk melihat diri dari horizon yang lain :)

Saturday, May 16, 2009

Mimpi Maniez

Maniez dari komdag..

Yak jadi pada pagi ini ijinkanlah saya bercerita tentang mimpi saya kemaren dulu itu. Mimpi yang jujur saja sebenarnya tidak maniez sama sekali malahan lumayan aneh. Atau marilah kita hapus kata lumayan agar status keanehannya tidak setengah2, ya memang mimpi ini mimpi aneh.

Itu lho jenis mimpi - mimpi yang ketika kita bangun bikin kita seketika langsung mengrenyitkan dahi seraya berkomat-kamit : what the hole was that? (sesungguhnya kata 'hell' itu tidak terlalu enak didengar, kawan - kawan, kita ganti dengan 'hole' boleh? terimakasih)

Bagaimana jika kita menceburkan diri saja langsung ke dalam cerita? Ok? Good. *mengacungkan jempol*

Saya ditempatkan di dalam sebuah kantor klering / perpustakaan sebagai tamu yang sedang mengoprek2 tumpukan buku. Nah kan kemudian lawan bicara saya bilang
LB : Ras itu ada yang ngeliatin lo mulu dari sonoh
L : Siapa si? kemudian saya pun menengok ke belakang, kemudian ia pun disana dengan penampilah fisik dan terutama ekspresi wajah serta cara memandang yang bikin orang menelan ludah kerana tidak enak perasaan.
L : Siapa si itu? ulang saya lagi
LB : Itu anak keluarga Bakrie, Ras! Bambang Bakrie! kata temen saya heboh

(Jika nanti di masa depan saya menjadi berteman dengan salah satu Bakrie, dan kemudian engkau membaca tulisan ini, mudah2an tidak mempengaruhi silaturahmi yang kadung terjalin ya, hehehe, ini kan bunga tidur, hihi)

Kala itu saya langsung berpikir : euhh ngga pernah2nya dah gw denger anak keluarga Bakrie ada yang namanya Bambang, ini teh Bakrie yang mana si?
Umar Bakrie jangan2. Tapi dari lagak2nya sih itu orang bukan keturunan Bakrie yang Umar. Tapi kalo keturunan Bakrie yang kita kira bersama kok kelakuannya begini amat, penampakannya begini amat..

Yekh, itu orang sangat amat bikin gak enak perasaan, swear. Dan rupa2nya dia mengikuti saya kemana2 bahkan sampek ketika saya main2 ke rumah orang, dan rupa2nya tau2 dia suka ada dibelakang saya sambil napas2 gitu, ato sambil nempel2in mukanya di rambut sayaaaaaahhhhh! Yang bener aja dong, massss. Hyeeeekh.

Pada akhirnya entah kerana diguna - guna atau bagaimana, saya pun bersedia bicara dengan dia, kalo tidak salah kerana saya pikir yaudahlah itung2 silaturahmi kan.

Berikut cuplikan pembicaraan :
L : Oooh mas udah selesai sekolah ya? (sambil nervous)
BB : Ya gitu deh
L : Sekarang kerja jadinya? Kerja dimana?
BB : Kerja? Oh honey please, i don't have to work, i'm a Bakrie (ngomongnya sambil mengibaskan tangan dan memalingkan muka dengan gaya kenes)
L : oh, eeuh euh

Udah terus saya bangun, dan introspeksi diri dah.
Aneh mimpinya aneh betul. Huhuhuhuhuhuhuhuhu.

Monday, May 11, 2009

rasa ingin meninju udara

Jadi kan begini,

Tempo hari itu saya janji akan menulis sebuah tulisan tentang ibu - ibu dengan senyum memikat yang fotonya saya pajang di postingan sebelom ini, namanya Simone de Beauvoir,

Ya benar dia salah satu feminis paling berpengaruh dari Perancis, ya benar pula bahwa dia menulis buku berjudul deuxième sexe (second sex) yg versi asli perancisnya ituwh susah dicarinya naujubile, dan ya betul sekali juga bahwa dia itu adalah pasangan paling setia dari Jean-Paul Sartre, filsuf asal perancis juga, dan mereka saling menemani ampe akhir hidup masing2, dikubur di liang lahat yang sama dan dua2nya menolak disatukan dalam institusi pernikahan

Gehhh nyentrik betul hihi


Lepas dari kontroversi2 yang dilakukan, banyak buah pikir Beauvoir yang cukup menarik, baik dalam bentuk buku, novel ato play2 teater. Di dalam buku deuxième sexe ini termasuk juga dibahas teori pembebasan perempuan dari ketergantungan dan rasa tidak sejajar pada lelaki dengan bekerja, tapi juga pembebasan perempuan dari beban kerja dengan menikah, hehehehe seruu. Kompliketit2 asik gitu ga siiii.

Terutama karena juga mirip2 nyambung sama quote Kartini yang saya paling doyan, salah satu quote yang paling bisa bikin rasa malas hilang, ini dia ni :

"Rasanya seolah –olah udara di sekitar saya dipenuhi dengan jeritan, keluhan dan rintihan orang – orang yang menderita. Dan lebih keras lagi dari segala jeritan dan rintihan itu menggema dalam telinga saya: Kerja! Kerja! Kerja! Bebaskanlah dirimu! Bila kau berhasil membebaskan dirimu dengan bekerja, dapatlah kau menolong orang lain!"

Tapi kemudian setelah sedang penasaran dan gemes sama Tante Beauvoir yang tajem membela dan mengkritik perempuan sekaligus itu, tau2 tadi saya nemuin surat cinta yang dia bikin buat Sartre. Aw May Gawd kata2nya maniiis sekali dan bikin saya berbunga2 hihihi kek anak sempe sedang naksir2an. Nah namun ternyata gak ada objek yang dijatuhi cintanya (ohohoho kok curhat). Ya tapi ini tetap perasaan yang menyenangkan dan layak disyukuri sebenarnya. Terimakasih o Rabb sayang :)

Sudah ya melanturnya, boys and girls, ini sekarang saya hendak membagi isi surat yang tidak sengaja terbaca ituu, hihihi, dari Beauvoir kepada Sartre

je suis toute pénétrée de ce bonheur que j'ai de vous avoir -
rien d'autre ne compte.
Je vous ai, petit tout précieux, petit bien-aimé -
aussi bien aujourd'hui qu'avant-hier quand je vous voyais et je vous aurai jusqu'à votre mort-
après ça, rien vraiment n'a d'importance de tout ce qui peut m'arriver.
Je suis non seulement pas triste, mais même profondément heureuse et assurée- même les plus tendres souvenirs de tous vos chers visages
et de vos petits bras en corbeille le matin autour de l'oreiller ne me sont pas douloureux.
Je me sens tout enveloppée et soutenue par votre amour

maka kemudian saya pun mencoba membuat traduksi bagi kawan - kawan tersayang sekalian, dan karena kalo diartiin perkata banget jadi kurang puitis, jadi kalo ada yang melenceng saya coba artikan sesuai maksud keseluruhan aja hihihi
jika kebetulan ada ketahuan yang kurang tepat artinya, dihimbau untuk jangan sungkan mengkoreksi ya :) namanya juga masyih belajawr di syekolah hihi

keseluruhan diriku dirasuki oleh kebahagiaan yang kumiliki karena memilikimu-
yang lainnya tidak terasa
aku memilikimu, kebanggaanku, kesayanganku
(aku memilikimu) hari ini sama baiknya dengan kemarin lusa, saat aku dulu menatapmu, dan akan tetap kumiliki hingga akhir hidupmu
dan setelah hari itu tiba,
segala hal yang mungkin menghampiriku akan menjadi tidak begitu penting
aku bukan hanya akan tidak sedih, tetapi malahan lebih - lebih bahagia dan teryakinkan secara mendalam-
bahkan kenangan - kenangan terlembut tentang wajah - wajahmu, tentang tanganmu yang merengkuh bantal di sisiku di pagi hari, kesemuanya tidak akan membawakanku kesedihan
karena akan kurasakan diriku dibalut, bersender pada cintamu

huwaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuu
maniss jadi malu sendiri (naon sii)

hahaha
sampai jumpa lagi, temans sayangs ;)

Thursday, March 19, 2009

uhuk



suatu saat aku akan menulis sesuatu yang didalamnya ada sisipan tentang dia dan hidupnya yang menarik

belum tahu kapan si. ini sedang dipelajari.

mudah2an dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, begitu, ibu - ibu dan bapak bapak sekalian.

HUPS!
*menghilang secara tidak terlalu misterius namun tetap meninggalkan kesan teramat dalam*

Sunday, March 08, 2009

hari ini harinya perempuan!

sekali lagi (selalu) mari!!

(hei sayang)

aku tahu betul kita banyak bicara
tapi oh please

jangan terjebak kabut kata - kata

lantas,

mari kata - kata,
turun kemari

dari langit - langit kepala - kepala
urrgh-- lekas ayo keluar kalian

jadi suara - suara (aw!)
biar ditimpal si genit melirik

(hihh)

hihi, biar saja, sayang kita kan sudah biasa, bukan?
ayo ayo,

jadi makna - makna
jadi gelisahnya gerak - gerik

hingga kemudian

jadi bijak pun dewasa

jadi intinya rumah - rumah tangga
jadi rumahnya jiwa - jiwa

jadi jiwanya negara - negara

dan jadi kesadaran

di jalan - jalan
di lekuk lenggok badan
di keputusan - keputusan

terutama
di dalam bait doa dan pengharapan

(yaheeeumm)

:)

*dibuat diakhir 8 maret 2009, International Woman's Day*

Monday, December 29, 2008

menangkap emosi :)

jujur saja,

ini malem mood saya sedang jelek setengah mati. terutama karena saya punya kebiasaan suka protes belakangan yang mengakibatkan protes saya menjadi lebih tidak masuk akal ketimbang kalau itu dilakukan sebelumnya.

adapun posting yang saya akan buat adalah tidak berkaitan dengan paragraf di atas. paragraf di atas hanya berfungsi sebagai sesi curhat colongan belaka, padahal yah saya sebenernya tidak juga suka mengutarakan masalah2 yang bersinggungan langsung dengan perasaan saya di sebuah situs pribadi publik. (hyee termin yang asik sekali: situs pribadi publik)

nah tapi kok barusan kaidah tersebut saya langgar sendiri. ah! berhentilah membuat persinggungan - persinggungan dengan diri sendiri!

kembali ke penjelasan maksud kehadiran posting ini di antara kalian semua, di sela - sela pikiran dan pemandangan yang kebetulan sengaja atau tidak sengaja terlewati oleh teman - teman peselancar saya (btw, terimakasih lho mau melewatkan *u* ). pada dini hari ini, saya hendak memajang foto2 yang kebetulan terambil di henfon saya yang kini sudah berkamera agak lumayan (kerana saya mendapat harta lungsuran dari ayah saya). tampaknya tidak akan terlalu banyak, karena kalau terlalu banyak akan menjadi terlalu menghibur. dan sesuatu yang terlalu itu biasanya tidak baik, bukan begitu? dengan demikianpun saya akan memasukkan 3 foto saja, kawan - kawan.

mari langsung sajalah ya kita hadirkan.

foto pertama!


pada suatu sore dengan mood baik dan pencahayaan sore yang menggugah, saya menemukan tukang roti yang didorong2, yang menjual kue gambang! duh hati ini rasanya berlomba (meminjam istilah tante vina p.). tanpa ba bi bu, kue gambang itu saya belilah. dan seiring dengan berlombanya hati, tangan ini meraihlah handphone dan memoto dengan serta merta.

namun seketika perlombaan dalam hati berhenti, kerana di tengah - tengah kue gambang legit ngangeni itu, bercokollah = sayap laron.

duh gusti, patah dua hati saya.. sayang dalam foto ini sayap laronnya kurang jelas terlihat. kue gambang idaman pun berpindah tempat ke tong sampah. duh rakyatku, pembuat gambangku, mari eja bersama saya : SA - NI - TA - SI !

foto keduakk!

sore itu mood saya sedang ngantuk - ngantuk ayam dengan keadaan jalanan sepanjang manggarai yang penuh dan bagai tidak ada pilihan lain, harus saya ikuti. di depan saya, sebuah truk pick-up meroda. jika anda suka melewati jalan manggarai - pasar rumput - halimun, tentulah tahu bahwa itu jalan lurus sempit dan dalam keadaan penuh, mobil2 tidak mungkin disalip.

selama 15 menitan saya berjalan cimit2 di belakang pick-up itu, sopir dan teman sopirnya, terus - terusan liat2 ke blakang sambil senyam - senyum. GEHHHHH. tujuannya apa sungguh saya tidak paham. kenalan kah? gak bisa kaleee kan di jalanan. kalopun bisa keknya gw juga ogahh. curi2 pandangkah? buset gile, pegel kalee, lagian kek jelas aja ngliatnya.

euhhh, di menit ke 13 detik ke 31 kedua mas2 itu sudah sangat mengganggu luar binasa. handphone saya pun saya ambillah, saya nyalakan itu dia punya flash. saya tempatkan ia di atas setir dan saya pencet tombol eksekusi pengambil foto. CKRIK (ctas! ilustrasi suara nyalanya lampu flash) mas2 tersebut kaget bukan kepalang.

wajahnya tak pernah berpaling lagi kepadaku sejak saat itu. katakan teman, haruskah aku sedih? (hyeeeee~)

foto ketiga !
ahhhhhhhhhhhhhhhh. spelling yang salah itu menyebalkan sekaligus indah!!! sangat menggelitik untuk dikenang selama - lamanya. dan karena alasa sesederhana itulah, plang merzi beku dari restoran mandala wolter monginsidi ini layak saya tampilkan. huhuhuhuhu MERZI BEKU!!

euhh tapi jangan2 emg ada bahasa lain yang beneran nulisnya merzi beku? kalo emg ada kasih tau dong biar saya bisa mokal abis2an (cieee mokal nih yeeeee)

HUEEEE,

demikian ketiga foto dari koleksi foto - foto penting di henpon berkamera warisan bekas dipakai ayah saya berjuang menafkahi keluarganya itu saya tampilkan pada kesempatan kali ini. dan, terkait dengan paragraf pertama yang tidak nyambung dengan isi postingan tadi : secara emosional saya sudah LEGAA.
maka, kurang lebihnya saya mohon maaf, terutama jika ada pihak2 yang tersinggung, mudah2an kita bisa saling memaafkan :).

wabillahi taufik walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! adieu / ciao / au revoir!

Monday, November 24, 2008

mon petit bonheur

Ce weekend, je ne suis allée nulle part. Je suis restée chez moi pour finir mon petit projet. C’était un projet simple que je veux faire depuis longtemps. Regarde-les ! Je suis sûr que vous les aimerez ;P

Est-ce que tu te souviens de tamagotchi ? C’était une jeu elctronique de Bandai Japon qu’on jouait toujours à un moment de notre enfance. 1999 était l’année quand tamagotchi est devenu branché parmi les enfants de 90s.

Le premier créature, il s’appele « TAILTCHI », apres que l’œuf a craqué, il a paru !

Ensuite, le deuxième créature, son nom est « MOHITAMATCHI », quand nous l’avons fait manger bien, dans quelques jours il est devenu comme ça !

Puis, il y a eu « OBOTCHI », le mignon créature était le forme d’adolescent de tamagotchi. Il est beau, n’est-ce pas ? Avec une petite frange au centre de son tête.


Alors, le quatrième était « TARAKOTCHI », d’après moi, il a eu l’apparence comme le petit poulet

Et le dernier forme, c’était « KUTCHIPATCHI » ce que j’ai aimé le plus ! Parce que sa forme était drôle, comme le canard.

Donc, je vous ai presenté les etapes de croissance de tamagotchi. Maintenant, ils restent au mur de ma chambre. Il y a plusieurs variété de croissance, mais je préfere ce type, parce qu’il est plus facile à faire que les autres. Peut-être je ferais l’autre qui est plus compliquée pour mon projet prochain. Nous le verrons ! ;)

Saturday, November 01, 2008

Selamat Jalan, Septerra

kita semua akan sangat merindukan rambutnya yang halus dan panjang bak gadis sunsilk, suaranya yang khas dan lantang, mata berapi - api yang akan hilang saat ia menyengir, semangatnya, dan ketulusan hatinya.

selamat jalan, Om Ical! sampai bertemu lagi :)

Faisal Riza
Astronomi ITB 97 - PSIK ITB 97
Makassar, 24 Mei 1979 - Makassar, 31 Oktober 2008

Monday, October 20, 2008

nabi urban

sepanjang perjalanan pergi ke maupun pulang dari tempat saya menuntut ilmu sekarang ini, seringkali saya minta tolong kepada barang - barang berikut untuk menemani saya:

1. gedung - gedung tinggi yang bergerak menggeser ke belakang
2. mp3 player yang playlistnya udah sekitar 3 bulan gak diganti tapi ada lagu2 menarik seperti sellotape sticky stuff ato foux du fa fa yang cocok didengar sembari mengamati point no. (1)
3. setangkup buku yang asik punya untuk menghindari orang jahat tahu bahwa kalau saya takut maka mata saya akan terlihat lemah

nah,
kemaren saya menghabiskan buku pinjaman yang dikasih teman saya si sasamarisaheyhey, biasa dipanggil sasa. judulnya The Book, The Film, The T-shirt karangan orang Inggris bernama Matt Beaumont.

baiklah, buku itu lucu dan memang menarik. namun sayang tidak akan saya bahas. merasa rugilah kalian karena buku tersebut sebetulnya asik dibahas. sayangnya saya malas. karena mood saya sedang serius. hihihi.

kendatipun demikian, saat ini saya sedang membaca buku judulnya fifth mountain, karangan si bapak tua, ah kalian mestilah tau siapa dia, Paulo Coelho namanya. sebelumnya saya pernah juga membaca beberapa karyanya kecuali alkemis (hehehe). yang tertinggal begitu lekat adalah eleven minutes. tapi itupun tak akan saya bahas.

belum sampai sepertiga saya membaca, saya teringat sebuah sabjek yang pernah saya pelajari kala berkutat dengan matakuliah farmakoterapi. sabjek yang tak sengaja teringat itupun, namanya adalah schizophrenia.

kalok mau bicara masalah definisi,
yang dimaksud dengan schizophrenia adalah ini

intinya itu adalah penyakit dimana karena ketidakseimbangan senyawa2 autakoid di tubuh, seorang manusia bisa menjadi mengalami serangkaian mispersepsi terhadap logika dan tidak dapat mendiferensiasi antara pikiran dan realita, karena keduanya sama meyakinkannya. nah, sekarang kita semua telah mengetahuinya, bukan?

di buku fifth mountain diceritakan serangkaian cerita yang dikupas dari sudut pandang seorang nabi muda. yang mendengar suara2 dan didatangi malaikat. dengan masyarakat yang sangat superstisius, kepercayaan yang beragam terhadap berbagai dewa dan dewi, serta banyaknya fenomena alam yang dimatematikakan dengan hal - hal ajaib. maka dengan kondisi dimana nilai - nilai gaib sebegitu kentalnya, alangkah mudahnya seseorang ditahbiskan sebagai nabi. terutama kalau ia pun dapat membuktikan kebenaran bisikan2 yang ia terima.

yang dimaksud dengan bisikan - bisikan ini, oh la la. kalau lantas tiba - tiba di jaman sekarang semua orang percaya bahwa orang - orang yang mendapat bisikan adalah pembawa pesan dari yang di atas- maka tidakkah rumah sakit jiwa menjadi tempat ibadah baru?

dan dengan pengetahuan orang - orang tentang schizophrenia dan beratus gejala mental lain, bagaimana ia mengharap orang - orang pada percaya, bahkan jangan2 sebelum bisa coba beraksi membuktikan orangnya udah dikerangkeng diisolasi ato dihukum mati

saya jadi berpikir, jika memang hal tersebut terjadi tidak pada jaman dahulu, tetapi pada masa yang seperti di jaman sekarang dimana kebanyakan orang beranggapan bahwa semuanya hampir dapat dipastikan. pasti akan banyak orang - orang yang tidak percaya ketika timbul orang mengaku nabi. ya iyalah jelas - jelas orang itu pasti disangka gila. olehmu, atau olehku. terutama pula karena kepercayaan yang kita pegang terlebih dahulu. belum lagi kalo orang itu memang terlihat dapat dipercaya maupun dapat membuktikan hal - hal yang ia bilang, maka ia juga akan diancam oleh kepentingan politis tertentu atau oleh otoritas yang berlaku karena dianggap mengganggu keseimbangan yang ada.

hih. susah juga ya jadi nabi.

membuat saya merasa senang karena hal - hal yang saya percaya terjadinya sedari dulu beratus tahun lalu, dimana saya pun percaya pesan dan kejadian di dalamnya tak lekang oleh waktu.


*gehhh pembicaraan apa ini*

Saturday, October 18, 2008

uhh

My oh my

jakarta puanass buanget e!

the air is heavy, the temperature is rising, the me is lazy

sejujurnya, saya masih punya banyak hutang dan rencana untuk menyelesaikan kamar saya di jakarta.

ditambah membereskan barang2 boyongan dari bandung yang ternyata banyak sampahnya. hehehe.

browsing sana browsing sini. duh kamarku mo didandanin seperti apa ya.

targetnya sih pertengahan november udah asik bisa dipake kemana2. heheh mo kemana emang.

pokoknya jakarta panas. end of story.

p.s. pengen bikin ini deh











dapet dari food network.
itu orange jello shot. huhu kayaknya seger ya.
pengen pengen pengen bikin!
minus the vodka of course. or not. hehe

Monday, October 06, 2008

APA - APAAN SIH

Setting = Terminal Busway

Pelakon = L (mahasiswi), MMH (Mas-mas Horor, umur kira2 awal 30an, baju ketat, celana pendek, taspinggang, di kepalanya ada jeli dikasih rambut- bukan rambut dikasih jeli, pakek kacamata coklat/merah yang mantulin bayangan org2 yg diajak ngobrol, typical unwanted creepy man lah)

***

MMH (mepet) : penuh ya?

L : (lepas earphone) apa? Oh iya >>> jangan lepas earphone!

L hendak memasang kembali earphone.. tau2:

MMH : kuliah ato kerja?

L merinding, tapi mencoba sopan.

L : diantaranya. >>>> takut kalok gak dijawab ntar si MMH bertindak ato ngomong aneh2

MMH : maksudnya….?

L : lagi nyari sekolah.

Pintu Busway terbuka, L masuk MMH mengikuti (hiiiiiiiiiiih). L duduk, MMH duduk di sebrang (fiuhh) dan menyerong (fiuhhhhhhh) tapi ngalangin L ke pintu terdekat (GLEK!)

MMH : ooo SMA?

L (??)

L : bukan, S1 mau S2

MMH : oooo, udah coba beasiswa youkhei? Lagi buka loh.

L : (youkhei? Maksudnya mo ngomong UK) oo ya ya, ntar saya liat. (what the hell?)

L hendak memasang kembali earphone.. tau2:

MMH : eh, saya udah perhatiin kamu lho sejak di matraman tadi

L : heee.. (*anjritlah..* dengan suara teramat lemah)

MMH : you look so.. different than the others (plirak plirik ke penumpang lain)

L : oo ya ya yaa.. (*mampus gw* dengan suara semakin lemah)

MMH : kuliahnya tadinya jurusan apa?

L : Kimia (bokis)

MMH : dari?

L : ITB (ngaku)

MMH : tinggal di jakarta?

L : kadang

MMH : oo emang asli dari mana?

L : bandung

MMH : di bandung dimana?

L : Sukaluyu (tribute to si D)

L : kalo mas, asli jakarta? >>> agar terkesan fair dan tidak mencurigakan, pertanyaan2 saya balikan

MMH : bukan, saya dari kota M

L : ooo, baru mudik dong ya kemarin

MMH : oh ngga, saya udah bertaun2 gak pulang, males, too expensive! One million one hundred!

L (mengerutkan kening dalam hati, waaw ini mas2 bilingual begini, saya jadi merasa internasional)

L : oo yaa yaa.. mas kuliah/kerja?

MMH menjawab dengan menunjukkan badge di tas pinggangnya. Tulisannya : CREW.

L : (whaaaaa----?) ehhheeuuheeuhee… oooooo… ya yaa

MMH : punya fs?

L : …. Ada (suara kecil)

MMH (menyodorkan hp)

MMH : tolong save nomer telepon kamu dong. Biar saya bisa tanya email buat friendster kamu.

L (!@#$%^&*%#$%??)

L (menerima hp dengan lunglai, mengetik dan menyerahkan kembali)

L : tapi hp saya lagi mati, nanti sms aja ya sekarang kan gak bisa dimiskol.

MMH (diem, senyam senyum ngetik sms)

MMH : tuh udah saya kirim, nanti kamu yang add ya?

L : buzubazzbezzubizze ( gak jelas jawap apa, yg jelas cengar cengir nervous)

L : turun di mana mas?

MMH : ini bentar lagi, mo mampir ke rumah sodara dulu, kamu mo ikut?

L : (WHAT THE HELL?? !@&$#@!@#$%^&&) eheuuhheeeuuhheeheeuheuuh… gak deh kayanya..

MMH (sampe di terminalnya, dan turun!)

L (melotot lega, ALHAMDULILLAHIRABBILALAMIIN)

L sampe ke terminal tujuannya, ngibrit dengan muka tegang dan pikiran parno, cari taksi blubird trus pulang.

Di rumah,

L (meraih telepon dan menelepon, ya iyalah ya, masak memakannya)

L : An, ada sms aneh ato tidak senonoh gak nyampe ke HPmu?

A : iya tadi ada org ngasih alamat email mintak di-add friendster

L : (merinding) Huweeeeeeeeeeeeeekkk.. Jadi begini An, blablablabla…. (cerita dengan heboh)

Wednesday, October 01, 2008

pengrajin yang fitrah

my closest friends may aware of this : consistency has never been my best feature.

yet once i'm in love with something, i will keep on doing that, like, on and on and on, (or at least talk about it a lot, hehe)

until i get bored, or find other thing that interest me more.

Nah, berkaitan dengan pepatah kuno di atasss, saat ini saya sedang gandrung kepada sesuatu yang dinamakan menyulamm, baik jenis cross-stitch mawpun beberapa teknik funky lain.

Kerana kalok saya sedang asik saya hampir tidak bisa menyuruh diri berhenti. Maka entah tersambar apa, pada malam takbiran kemarin, alih - alih berkeliling kompleks bertakbir sembari menaboki drum maupun galonan akua. Saya malahan bertakbir dalam hati saja (alasan, hehehe) sembari mengutak atik kain dan benang.

Dan menghasilkan ini:


Sulaman bergambar makhluk sejenis unggas, sedang bergaya nge-tren sembari bilang: HELLO LOVE. Saya sangat gembira dengan hasilnya, kerana yah bagian depannya cukup rapihlah, dan memang butuh macem - macem isian dinding untuk kamar baru di jakarta. Nanti mau saya biarin digantung pakek frame bulet itu (bahkan itu bukan frame bulet, lho, itu pegangan kain yg ada namanya dan saya si mbak2 yg ngakunya sedang doyan nyulam ini gak tau apa itu).

Digantung pakek si frame agar ibarat menyajikan sambal di dalam ulekan, begitu kira - kira, sehingga bisa menimbulkan kesan fresh (naoon si).

Rencananya mungkin ada makhluk - makhluk lain yang saya bikin dengan ukuran frame bulat yg macem2. TAPI, rencana ya rencana, mengingat pepatah pada paragraf pertama di atas. Semakin bertambahnya usia ini, saya semangkin mawas diri dalam menyajikan janji - janji, hehehehehe. Mudah2an bisa beneran jadi, karena agaknya saya cukup sulit hidup di dalam ruangan dengan dinding yg terlalu polos, lagi pula itu aktivitas yang menyenangkaaaan.

Hihihihihihi : Happy to be crafty!


Ciao ;*


In this picture : Mbak2 pengrajin kumisan sedang latihan foto untuk ikutan Chat'nDate. hehehehehehe.

p.s.
apakah kalian masih bisa menelan hidangan lebaran, kawan? kerana perut saya sudah membuncit seperti kantong semar setelah seharian banyak banyak makan jangan ada sisa, nyam nyam nyam, makan jangan bersuara. Happy Holiday, everybody!

Tuesday, September 30, 2008

Frankly My Dear, The End is Near Indeed!

Dan diletakkannya itu (maaf) pantat di kursi biru andalan.

Jemari yang bau bawang putih sisa menyiapkan makan saur (btw, menunya bistik, hee pamer) itu pun pada mondar - mandir kelabakan di atas keyboard komputer.

Saat itu sudah cukup larut, setidaknya untuk ukuran orang kebanyakan.

Berpikirlah ia, si dara muda berinisial L yang semenjak dari 3 paragraf sebelumnya telah kita bicarakan itu:

Hwarakadah, lebaran tinggal 2 hari lagi ternyata. Apa saja yang terjadi sebulanan ini, O Rabb Sayang, mengapa waktu berlalu tidak terasa?

Maka ia putar otaknya kerana hidupnya terlalu pendek untuk disesali, baru 21 tahun! Belum punya penghasilan! (curhat, tapi tunggu tahun depan: mari hidup melarat di negri orang ;D Insya Allah)

Di masa yang hampir sebulan ini, ternyata banyak juga ia berbahagia kerana waktu bersuka yang tak disangka - sangka. Banyak pula firasat dan pikiran buruk berseliweran baik terkendali maupun tak terkendali, heheheheh. Maka jangan - jangan banyak pula laku buruk tak disadarinya.

Oleh sebab itu, kawan mari jangan kita tunda - tunda lebih jauh lagi:

Pemilik blog ini (bukan orang lain) mengucapkan

Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin *)

kepada keluarga tersayang, handai taulan, sanak famili, sahabat, relasi, kekasih, teman sejawat, teman lama, teman baru, calon teman, teman yang datang, teman yang pergi, juga teman yang tinggal- yang kebetulan atas seizin Allah Subhanahuwata'ala melewati blog ini.

Semoga hikmah Ramadan tidak lekas pergi dari hati kita semua!

Amiiiin :)


*) sengaja diwarnai hijau, agar kompak dengan kebanyakan orang, hehe.